Info
| -
Headlines News :
Berita Utama
Kebun Emas 250 x 250
.

Merenungi Lebih Dalam Apa Itu Sukses


GUBHUG REYOTT™ | Apa Itu SuksesApa Itu Sukses?

Apa itu sukses? Adalah pertanyaan terpenting yang harus kita jawab jika kita ingin sukses. Kiat sukses yang pertama adalah kita harus mampu menjawab dengan tepat, tanpa bias, tanpa kerumitan, dan tanpa melemahkan, apa itu sukses.

Apa itu sukses bisa menjadi bias, karena banyak orang yang mendefinisikan sesuai dengan persepsi dan kondisi pada dirinya. Ada orang yang merumitkan apa itu sukses, sehingga begitu sulit untuk dicapai. Ada juga orang yang melemahkan makna sukses, sebagai pembelaan diri, yaitu dengan memaknai sukses seperti apa dirinya saat ini.
Bahaya Salah Menjawab Apa Itu Sukses

Jika Anda salah mendefinisikan sesuatu, maka Anda tidak akan pernah mendapatkannya. Jika Anda tidak tahu dimana Jakarta, Anda tidak akan pernah menemukan Jakarta, bahkan saat Anda sudah di Jakarta sekali pun. Nah, Anda tidak akan pernah meraih sukses jika Anda tidak mengetahui apa itu sukses.
Jawaban Rumit dari Apa Itu Sukses

Jika Anda menemukan definisi yang rumit tentang apa itu sukses, jelas akan menjadi penghambat mental bagi Anda untuk meraih sukses. Dalam hati Anda akan mengatakan, "Ternyata untuk sukses itu berat. Ya sudahlah, saya apa adanya saja. Saya mensyukuri apa yang ada saja. Saya mengalir saja seperti air." Akhirnya Anda tidak akan pernah berusaha, tidak akan pernah meningkatkan kualitas diri, dan tidak ada prestasi yang Anda dapatkan.
Ada Juga Jawaban Yang Melemahkan

Disisi lain, ada juga yang melemahkan makna sukses. Ada yang mengatakan sukses adalah perjalanan. Bagi yang memaknainya dengan cara yang salah, maka dia tidak akan pernah mendapatkan yang terbaik. Silahkan lihat artikel Sukses Bukan Sekedar Perjalanan.

Menurut saya, tidak pantas orang yang melakukan perjalanan disebut sukses tanpa meraih sesuatu. Jika sukses adalah perjalanan, maka semua orang bisa disebut sukses karena melalui pasti perjalanan hidup. Apakah orang yang masuk nerakan bisa dikatakan sukses, padahal dia sama-sama melakukan perjalanan hidup sebagai mana orang yang meraih syurga-Nya.

Jelas, definisi sukses yang mengatakan sekedar perjalanan, adalah definisi yang akan melemahkan Anda. Ini jawaban yang tidak tepat dari pertanyaan apa itu sukses.
Ini Definisi Sukses Yang Singkat dan Memberdayakan

Sukses adalah pencapaian dari sebuah tujuan.

Wah, singkat bener. Memang singkat koq, tetapi makna ini memberdayakan Anda dan dalam. Untuk pembahasan lebih jauh, silahkan baca pada artikel saya yang lain: Definisi Sukses.

Unsur pertama, Anda harus memiliki tujuan. Apa tujuan hidup Anda? Ini juga pertanyaan penting. Yang disebut tujuan itu bisa tujuan jangka pendek, tujuan jangka menengah, dan tujuan jangka panjang. Saat Anda masuk ke sebuah sekolah, tujuannya adalah lulus dari sekolah tersebut. Sekarang Anda sudah lulus, artinya Anda sudah sukses.

Apa tujuan Anda membangun bisnis? Untuk mendapatkan profit. Ya, Anda sukses saat Anda mendapatkan profit dari bisnis Anda. Sederhana bukan? Dan, definisi sederhana ini akan memberdayakan Anda, sebab Anda akan meraih pencapai dan prestasi tertentu.

Semakin besar tujuan Anda, akan semakin besar sukses Anda. Ini juga logika yang sederhana, jika Anda ingin sukses besar, maka buatlah tujuan yang besar pula. Bahkan, buatlah tujuan yang menantang. Takut tidak bisa mencapainya? Tenang...

Pertama Anda tetap sukses meski Anda tidak sukses 100%. Kedua, saya sudah membuat artikel tentang Cara Mencapai Tujuan Yang Menantang.

Tentu saja, sebagai orang beriman, semua tujuan jangka pendek dan tujuan di dunia sebagai landasan atau anak tangga mencapai tujuan hidup kita yang hakiki, yaitu mendapatkan ridla Allah dan mendapatkan syurga-Nya.

Unsur kedua dari sukses adalah pencapaian. Pencapaian itu adalah upaya atau ikhtiar Anda.Bukan disebut sukses jika seseorang mendapatkan sesuatu tanpa upaya. Lalu bagaimana orang kaya karena mendapatkan warisan, pantaskah disebut kaya? Menurut Anda?

Ya, dia kaya bukan karena sukses. Tetapi dia bisa menjadi orang sukses, jika dia berhasil mengembangkan kekayaan atau setidaknya mempertahankannya. Mempertahankan dan mengembangkan kekayaan adalah sebuah tujuan dan memerlukan upaya. Sukses itu adil, siapa pun perlu mengusahakannya dan siapa pun bisa mencapainya.

Sukses juga tidak dilihat dari kondisinya saat ini. Jika ada orang yang tidak punya apa-apa, tidak punya rumah, tidak punya mobil, tidak punya gadget yang bagus, apakah dia pantas disebut sukses? Ya, kita perlu melihat pencapainya. Bisa saja dia memang tidak punya apa-apa tetapi dia sudah berhasil mencapai keinginannya yaitu bebas dari utang. Dia sukses membebaskan diri dari utang, meski dia tidak (atau belum) punya apa-apa saat ini.

Sukses bukan proses, tetapi memerlukan proses. Anda memang perlu berproses untuk mencapai sukses, tetapi prosesnya sendiri bukan sukses. Banyak yang mengatakan hal ini, sukses adalah proses. Jika Anda berproses terus tanpa hasil, tidak pantas disebut orang yang berhasil.
Anda Sukses Sukses, Raihlah Sukses Yang Lain

Sekarang, Anda sudah memahami apa itu sukses. Dari pemahaman ini Anda akan sadar bahwa Anda sudah sukses dengan berbagai pencapai yang sudah Anda alami saat ini. Anda terbukti bisa!

Namun tidak berhenti sampai disini, raihlah sukses-sukses lainnya. Bisa mencapai hal lain yang belum pernah atau yang lebih baik atau lebih besar dari yang sudah-sudah. Sukses itu seperti naik tangga, manfaatkan kesuksesan saat ini untuk meraih yang lebih tingginya lagi.

Untuk meraih yang lebih baik dan lebih besar, artinya Anda harus terus meningkatkan kualitas diri, sebab pencapaian akan sesuai dengan kapasitas diri Anda, baik kapasitas fisik, pikiran, dan ruhiah Anda.

Inilah jawaban yang memberdayakan dari pertanyaan apa itu sukses.

Kemampuan Manusia


GUBHUG REYOTT™ | Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS.Al-Baqarah:164)

Ayat di atas adalah salah satu ayat yang menggambarkan hanya sebagian kecil fenomena yang di bumi. Di ujung ayat disebutkan bahwa itu adalah tanda-tanda kebesaran Allah SWT, tentu saja bagi kaum yang memikirkannya. Di sini tersirat bahwa memikirkan alam merupakan salah satu cara mengenal kebesaran Allah SWT.

Memikirkan alam akan membawa kita kepada pemahaman bahwa apa yang ada dan apa yang terjadi di alam ini begitu kompleks dan rumit. Salah satu contoh kerumitan yang menakjubkan ialah munculnya berbagai tanaman yang berbeda dari tanah yang sama. Kemudian, ada juga perbedaan rasa dari buah, padahal ditanam pada tanah yang sama dan disiram dengan air yang sama.

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS.Ar Ra'd:4)

Itu hanya sebagian contoh saja. Masih banyak fenomena lainnya yang menakjubkan, kompleks, dan rumit. Seperti perputaran bumi, cuaca, adanya dua kutub, salju, pegunungan, keadaan di perut bumi, laut, dan sebagainya yang tidak mungkin dituliskan semua dalam artikel ini. Namun dibalik semua ini, ternyata, Allah SWT menundukannya bagi kita.

Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir. (QS.Al Jaatsiyah:13)

Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi. Suatu kemampuan yang luar biasa. Sudahkah Anda memanfaatkan kemampuan in

Badai Pasti Berlalu


GUBHUG REYOTT™ | Hidup seolah berada di sebuah bahtera yang berada di tengah samudra. Perlu perjuangan untuk membuat bahtera tersebut melaju menuju pulau impian. Jika tidak, behtera hanya akan terombang-ambing entah kemana. Kita perlu terus menjadikan bahtera bergerak dan mengarahkannya ke arah pulau impian kita. Namun, kadang badai datang, membuat bahtera kita oleng bahkan hampir tenggelam.

Namun bahtera kehidupan memiliki sebuah keajaiban. Bahtera kehidupan tidak akan pernah tenggelam selama kita memiliki harapan. Oleng mungkin tetapi tenggelam tidak jika kita masih memiliki harapan bahwa kita akan sampai ke tujuan yang kita impikan. Jika badai begitu lama menggoncang bahtera kita, jangan pernah menyerah, karena menyerah adalah satu cara pasti bahtera kita tenggelam. Harapan, membuat bahtera kita tidak akan pernah hancur dihantam gelombang dan tidak akan membuat bahtera kita karam.

Lalu, dari mana datangnya harapan? Harapan ada pada diri kita, sebab tidak ada badai yang melebihi kekuatan diri kita. Sebesar-besarnya badai masih dibawah kemampuan kita semua. Allah telah memberikan kekuatan yang sangat dahsyat pada diri kita atau mendatangkan badai yang besarnya masih ada dibawah kemampuan kita. Allah tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan kita.

Jagalah harapan bahwa selalu ada jalan keluar. Yakinlah bahwa kita bisa bertahan. Pasti ada sesuatu hikmah besar dibalik kesulitan yang kita hadapi. Semakin besar kesulitan, mungkin semakin besar dan bernilai hikmah yang akan kita dapatkan nanti. Jagalah harapan, karena badai pasti berlalu.

Ketika Hidup Di Liputi Gengsi Dan Harga Diri

GUBHUG REYOTT™ | Pernah tidak kita berfikir atau pernah merenungkan sesuatu yang membuat diri kita terlalu egois, dan sering mementingkan diri kita sendiri tanpa menyadari, ternyata harga diri kita tidak secara langsung tidak ada harganya lagi di mata orang lain dikarenakan kita terlalu picik dalam menyikapi semua yang kita miliki. Sebenarnya Gengsi dan Harga Diri mempunyai arti yang sama, tetapi dalam penerapannya dalam hidup kita seringkali diartikan berbeda.
Pertama-tama, mari kita lihat terlebih dahulu arti dari ke-dua kata itu menurut pengertian kamus besar bahasa Indonesia,

“GENGSI” adalah “kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat”, sedangkan
“HARGA DIRI” adalah “kesadaran akan berapa besar nilai yg diberikan kepada diri sendiri”.
Tapi saya seringkali melihat kejadian-kejadian di mana orang-orang lebih mementingkan Gengsinya dibandingkan hal-hal yang jauh lebih penting, tetapi berani mengorbankan Harga Dirinya hanya untuk hal-hal yang sepele.

Saya beri beberapa contoh yang biasa terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari.

1.Ketika ada dua orang sahabat yang persahabatannya hancur karena masalah sepele. Seringkali terjadi persahabatan hancur karena masing-masing pihak tidak mau mengalah dan mempertahankan Gengsi masing-masing sambil di dalam hati berpikir. Untuk apa saya minta maaf kepada dia? Toh dia yang salah??? Atau salah 1 pihak tidak mau memberi maaf kepada pihak lain dan juga sebaliknya, pihak lain tidak mau menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada pihak lain.
Akhirnya persahabatan yang telah dibina bertahun-tahun retak dan sahabat itu menjadi musuh bahkan pura-pura saling tidak kenal 1 sama lain.

2.Kebanyakan orang-orang jaman sekarang lebih memilih barang-barang bermerk keinginan membeli mobil mahal tanpa memperlihatkan keadaan ekonominya. Banyak orang yang rela membeli baju-baju bermerk, jam tangan bermerk, sepatu bermerk demi mempertahankan Gengsi. Bahkan ada yang rela menjual kehormataya. mengorbankan makan-makanan yang tidak sehat dibandingkan tidak membeli barang-barang bermerk. Seringkali orang-orang memaksakan keinginan mereka yang terlalu berlebihan tanpa memperhatikan segi-segi lain yang lebih penting.

Memang tidak salah untuk membeli barang-barang bermerk, apabila keadaan ekonomi kita mencukupi tanpa perlu memaksakan keadaan yang tidak mendukung. Tetapi pengertian orang jaman sekarang sudah berbalik. Mereka merasa bahwa Dengan saya menggunakan barang-barang bermerk, orang lain pasti akan jauh menghargai saya.

3.Jaman sekarang di kota-kota besar semakin lama semakin bermunculan para pengemis mulai dari anak kecil, anak muda dan juga orang dewasa. Mereka bahkan meminta-minta bukan karena mereka tidak mampu, tetapi telah menjadi kebiasaan dan bahkan sudah menjadi pekerjaan mereka untuk menjadi pengemis. Jelas sekali dalam kejadian ini, orang-orang itu rela mengorbankan Harga Diri mereka tanpa memandang ke dalam diri mereka bahwa mereka mampu untuk bisa menghasilkan penghasilan sendiri dengan kemampuan mereka.
Kalau melihat dari ke-tiga contoh di atas, hal yang negative berubah pandangannya menjadi positive. Tetapi ada juga contoh-contoh yang seharusnya positive berubah pandangannya menjadi negative.

4.Pernahkah kalian mengalami kejadian di dalam suatu organisasi, ketika kita diminta tolong oleh anggota organisasi lain untuk meminta bantuan dana kepada orang lain demi kelangsungan kegiatan yang akan diselenggarakan? Biasanya kebanyakan orang langsung menolak pekerjaan itu dengan menjawab, Ah.. ga mau ah.. gengsi dunk saya buat minta-minta gitu
Dari jawaban itu, seringkali pikiran kita terkecoh akan hal bahwa dengan kita meminta tolong orang lain untuk mendanai kegiatan kita, kita berpikir bahwa diri kita sama dengan pengemis.
Pikiran itu haruslah kita buang jauh-jauh Mengapa???

Coba kita bayangkan apabila kita lebih memilih gengsi kita tanpa melihat kepentingan orang banyak, pasti acara itu tidak bisa berlangsung dengan lancar dan juga kita gagal sebagai anggota organisasi.
Tetapi apabila kita mengganti pikiran kita dengan berpikir bahwa Kesuksesan kegiatan juga merupakan kesuksesan saya. Dengan kesuksesan itu, secara tidak langsung harga diri kita juga bisa lebih meningkat tidak hanya di mata diri sendiri, tetapi juga di mata orang lain.
Dengan keempat contoh di atas bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya harga diri seseorang akan lebih bernilai di mata orang lain, apabila diri kita pribadi bisa menghargai diri kita sendiri dengan memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri kita. Bukan semata karena untuk dihargai orang lain, kita melupakan aspek-aspek yang jauh lebih penting.

Untuk apa banyak harta, tetapi keluarga hancur dan kesehatan tidak baik? Untuk apa kita punya mobil membeli banyak barang yang mahal-mahal hanya untuk dilihat orang bahwa kita kaya, tetapi diri sendiri berkesusahan?
Masalah Gengsi dan Harga Diri ini bisa kita atasi dengan :

1.Menerapkan aspek-aspek positif dalam kehidupan kita.
2.Menjalankan hidup kita dengan wajar tanpa memaksakan sesuatu yang masih kita belum bisa capai.
3.Bisa mengoptimalkan kemampuan yang ada di dalam diri kita tanpa pantang menyerah.

Jadi, dengan kita bisa meningkatkan harga diri kita, otomatis gengsi kita di mata orang lain juga turut meningkat.

Ketenangan Hidup

GUBHUG REYOTT™ | Ketenangan hidupIlmu fisika, biologi, falak, dan kimia telah menunjukan kepada kita bahwa dunia diciptakan dengan aturan-aturan dan ukuran-ukuran yang rapi. Tidak ada tempat bagi sesuatu yang terjadi secara kebetulan, semua berjalan mengikuti hukum-hukum yang telah Allah ciptakan di alam semesta ini.

"... dan, Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya." (QS Al Furqaan:2)

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS Al Qamar:49)

Dan, tentu saja Allah menciptakan semua ini bukan tanpa tujuan. Tidak mungkin tanpa tujuan. Pasti, akan selalu ada hikmah di balik semua penciptaan ini.Namun, keyakinan akan semua hikmah ini, bukan berarti kita akan mengetahuinya. Karena keterbatasan ilmu manusia, bisa saja hikmah-hikmah itu masih tersembunyi, tidak terungkap oleh pandangan manusia yang terbatas ini.

"... mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. " (QS. An Nisaa':19)

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al Baqarah:216)

Dan, saya yakin bahwa keterbatasan ini pun memberikan hikmah yang luar biasa bagi kehidupan manusia. Tidak semuanya harus ada jawaban, yang perlu kita yakini adalah semuanya demi kebaikan kita. Dalilnya sudah jelas dan sudah kita hafal bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kadang kita berusaha keras, namun hasil seolah tidak kunjung datang. Saya kata seolah sebab itu hanyalah pandangan kita yang terbatas.  Strategi, taktik, dan rencana matang tidak selamanya akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita. Bisa jadi, Allah telah menyiapkan yang lain yang pastinya akan lebih baik dari itu.

"... Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru." (QS Ath Thalaaq:1)

"Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (At Takwir:29)

Jika saya berikhtiar itu semata-mata karena memenuhi perintah Allah. Manusia hanya berusaha, sedangkan Allah yang menentukan akibat dan hasilnya. Dan saya merasa yakin bahwa akibat dan hasil yang dipilihkan Allah bagi saya adalah yang terbaik bagi saya.

Jika demikian, mengapa kita harus takut dan khawatir dalam menjalani hidup? Bukankah semuanya untuk kebaikan kita sendiri. Pahit mungkin terasa pahit yang kita alami. Kita tidak menyukai. Kita membencinya. Padahal boleh jadi itu yang terbaik bagi kita.

Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini. Yang sering mengeluh dengan pemberian-Mu. Yang sering lupa bahwa Engkau memberikan yang terbaik.

Mudah-mudahan, mulai detik ini saya merasa tentram terhadap rahmat Allah, keadilan-Nya, kebijaksanaan-Nya, dan ilmu-Nya. Hidup yang lebih tenang karena "melihat" peran Allah dalam setiap peristiwa dan setiap urusan. Hidup yang tenang, karena hidup dalam lindungan dan pemeliharaan Allah.

Renungan Kekuatan Diri

GUBHUG REYOTT™ | Agar Tetap Memiliki KekuatanKekuatan Untuk Menjalani Hidup
Setiap perjalanan akan selalu memerlukan kekuatan. Sebuah mobil tidak akan berjalan jika tidak memiliki kekuatan untuk membawa beban dirinya. Begitu juga dengan manusia, agar bisa menjalani hidupnya memerlukan sebuah kekuatan.

Seberapa besarkah kekuatan yang dibutuhkan oleh manusia agar sanggup menjalani hidupnya dengan baik? Kita tidak pernah tahu, namun yang jelas adalah potensi yang sudah kita miliki plus pertolongan dan bantuan Allah, kita dijamin akan sanggup menjalani hidup dengan beban sebesar apa pun.

Allah sudah menjamin hal ini, meski kekuatan manusia memang terbatas, tetapi semua beban yang kita hadapi masih berada dibawah kemampuan manusia itu.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqarah: 286)
Saat Kekuatan Dirasa Kurang

Mungkin Anda pernah merasakan bahwa kekuatan yang kita miliki itu kurang. Serasa beban terlalu berat seolah kekuatan kita tidak cukup untuk menjalaninya. Jika kita yakin dengan firman Allah diatas, jelas kekurangan yang kita rasakan hanyalah prasangka saja.

Saat Anda merasa lemah, maka ingatlah ayat diatas. Yakinlah, bangunlah keyakinan pada diri Anda bahwa potensi yang Allah berikan kepada Anda sesungguhnya cukup untuk menghadapi beban yang kita pikul. Plus, kita masih bisa meminta bantuan dan pertolongan Allah Subhaanahu wa Ta'ala.
Keyakinan Akan Kekuatan Yang Semu

Mungkin, banyak orang yang mengatakan bahwa dia tahu dan beriman dengan ayat diatas. Dia mengatakan bahwa dia pasti sanggup menghadapi semua beban sebesar apa pun. Dia mengatakan bahwa potensi manusia itu adalah dahsyat. Dia mengatakan bahwa dia yakin dengan pertolongan Allah.

Namun betulkah? Ini yang patut kita renungkan. Betulkah kita sudah yakin atau hanya dalam mulut semata?

Mari kita periksa, apakah diri kita sudah mencerminkan pribadi yang memiliki keyakinan yang mantap akan kekuatan yang dimilikinya?

    Masihkah kita mengeluh atas kesulitan dan beratnya hidup? Jika Anda memang yakin dengan kekuatan yang Anda miliki, kenapa harus mengeluh? Sebuah keluhan adalah pengakuan akan beratnya beban yang dihadapi. Keluhan adalah sebuah pengakuan bahwa kita merasa lemah tidak berdaya. Jika kita merasa kuat, kenapa harus mengeluh? Jalani saja, terjang semua halangan dan rintangan. Semua itu akan diwujudkan dengan tindakan, bukan dengan kata-kata keluhan.
    Tidak memiliki cita-cita yang tinggi. Orang yang merasa lemah, dia tidak akan berani memiliki cita-cita yang tinggi. Hidupnya hanya untuk sekedar bisa berjalan saja, sebab apa yang ada dalam pikiran bawah sadarnya hanya sekedar bertahan. Bertahan saja susah, kenapa harus memikirkan yang besar? Sudahlah tidak usah muluk-muluk, bisa makan saja sudah cukup. Dan sebagainya. Semua itu adalah gambaran bahwa Anda merasa lemah.
    Melepaskan diri dari beban yang berat, seperti tugas dakwah dan jihad. Dia akan membayangkan bagaimana beratnya tugas dakwah dan jihad. Maka dia melepaskan diri dengan berbagai dalih bahwa dia tidak sanggup, dia sibuk, dan sebagainya. Kalau pun dia berdakwah, dia hanya memilih yang ringan saja, yang tidak keluar dari zona nyaman dia. Ini adalah bagian saya, katanya. Saya hanya bisa melakukan hal ini. Sementara, dia menganggap tugas-tugas berat itu adalah tugas orang lain, bukan tugas dia. Saat dia yakin bahwa dakwah dan jihad adalah sebuah kewajiban, kanapa harus memilih yang ringan-ringan saja? Dia akan mengatakan, yang sesuai dengan kesanggupannya. Terbukti bahwa dia mengakui dirinya lemah. Kesanggupannya hanya sampai disana.
    Tergantung atau menggantungkan diri pada kondisi. Dia takut akan perubahan yang mungkin terjadi. Bagaimana jika perubahan akan merusak bisnisnya? Bagaimana jika perubahan akan mengancam karirnya? Itu mungkin saja, perubahan akan selalu terjadi. Bisa jadi, bisnis Anda akan bangkrut akibat perubahan. Bisa jadi karir Anda tamat karena perubahan teknologi. Benar? Tidak. Bukan, bukan perubahan yang mengakibatkan bisnis hancur dan karir yang terancam, tetapi karena diri Andalah yang tidak menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Saat Anda takut, artinya Anda mengakui kelemahan diri.
    Tergantung pada pekerjaan saat ini. Termasuk, saat Anda merasa takut kehilangan pekerjaan saat ini. Kalau saya berhenti, bagaimana dengan makan anak istri saya? Padahal, siapa yang bisa menjamin Anda akan terus memiliki pekerjaan? Jika Anda seseorang yang yakin dengan kekuatan yang dimilikinya, maka dia yakin akan sanggup mengatasi masalah ekonomi seandainya dia kehilangan pekerjaan. Takut akan kehilangan pekerjaan, adalah sebuah pengakuan bahwa diri lemah dan kurang meyakini potensi diri dan pertolongan Allah.

Anda bisa mendebat, Anda bisa berdalih atas apa yang ditulis diatas. Namun semua itu tidak akan ada gunanya, hanya mempertegas diri bahwa Anda kurang yakin akan kekuatan diri dan kekuatan pertolongan Allah.  Akan lebih bermanfaat, jika Anda meningkatkan keyakinan diri bahwa Anda sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatasi semua beban hidup dengan pertolongan Allah.

Manusia Adalah Software, Bukan Hardware

GUBHUG REYOTT™ | Dulu ada yang beranggapan bahwa manusia adalah tubuh yang berjiwa, tapi anggapan itu sekarang telah beralih dengan adanya pengembangan disiplin ilmu Psychology yang kini sudah berjalan melangkah keluar, memasuki area metafisik - Parapsychology. Ilmuwan di negara barat sependapat bahwa manusia adalah jiwa yang bertubuh, jangan heran kalau mereka pun mampu melakukan experience outside body (EOB) atau yang disini dikenal dengan istilah ragasukma.

Jika sebuah mobil melintas di hadapan kita, maka pandanglah sang supir - itulah manusia nya yang mengendalikan alam semesta dirinya baik fisik maupun metafisik. Terkadang terjadi sang supir lengah, lalu mendekatlah seorang preman - supir dipukul pingsan, preman masuk kedalam mobil dan mengendalikannya, akhirnya jalan mobil ga karuan. Begitulah serupa dengan kasus kesurupan yang kadang terjadi, disaat sang supir sebagai pemimpin unsur bumi (kholifah fil aradh) lengah, maka kendali dipegang oleh lainnya

Kembali, bahwa manusia adalah JIWA yang bertubuh. Tubuhnya tidak lain hanyalah unsur mineral semata yang tidak beda dengan unsur bumi, yang bisa rusak termakan hukum alam atau law of the universe (sunnatullah). Tidak ada yang bisa dibanggakan dari tubuh manusia, baik dari kekuatan, keindahan dan lainnya. Tubuh Gajah jauh lebih besar daripada tubuh manusia, kekuatan tubuh gajah jauh melebihi kekuatan tubuh manusia, mata seekor burung elang jauh lebih tajam daripada mata manusia.

Lalu kenapa manusia dikatakan sebagai pemimpin di alam semesta ini, baik alam semesta micro yang merupakan dirinya sendiri maupun alam semesta makro. Allah ber firman bahwa dijadikan nya manusia adalah sebagai Master of The Universe, pemimpin .. tapi kenapa tubuhnya kalah kuat dengan gajah, matanya kalah tajam dengan elang? Benar, kalau kita bicara tubuh manusia sangatlah rentan. Tubuh manusia bukanlah yang diisyaratkan sebagai khalifah, tetapi jiwa tersebutlah yang di isyaratkan sebagai pemimpin - karena manusia memang adalah JIWA yang bertubuh.

Mata seekor burung hantu bisa melihat di kegelapan malam.
Mata ('ainun) manusia tidak mampu melakukan hal itu tapi ..
PANDANGAN (bashor) manusia dapat melihat menyeberangi lautan ribuan kilometer, yang mana tidak mampu dilakukan oleh burung elang atau makhluk apapun. Itulah hebatnya unsur rohani manusia, unsur langit manusia atau unsur samaawaat.

Manusia  adalah jiwa yang bertubuh, manusia adalah samaawaat yang terbungkus aradh. Karena itu marilah kita mulai alihkan perhatikan kita tidak melulu pada unsur jasad kita tapi lebih menitikberatkan pada unsur samaawaat kita, tidak melulu fokus pada hardware kita tetapi lebih menekankan pada perawatan software, pengembangan software, pengoptimasian software sebagaimana hakikat diri manusia yaitu JIWA yang BERTUBUH.

Manusia Seperti Komputer


GUBHUG REYOTT™ | Sekedar share dari sumber diri sendiri. Yang saya amati kenapa manusia seperti komputer ya? Ada hardware, software dan brainware.

HARDWARE

Hardware disini adalah perangkat keras manusia, unsur aradh manusia. Dan uniknya setiap manusia memiliki perangkat keras yang tidak serupa. Luar biasa sekali, seperti halnya komputer ada manusia yang memiliki spesifikasi Pentium III ada juga yang Pentium IV, bahkan uniknya pada manusia yang memiliki spesifikasi Pentium IV pun spesifikasi nya tidak sama, ada yang mempunyai modem, ada yang tidak.ÂÂÂ

Dari yang sama-sama mempunyai modem, ada yang ADSL ada yang Dial Up, ada yang online selalu kontak pada Robbal Arbaab - Allah azza wa jalla, ada juga yang modemnya tidak aktif. Subhannalloh. Kalau ada hardware tentu harus ada softwarenya, benar memang demikian

SOFTWARE

Sebagaimana komputer, hardware tidak akan berfungsi tanpa adanya software. Begitupun unsur aradh manusia tidak akan berfungsi tanpa adanya unsur samaawaat yang merupakan unsur yang sangat kompleks, unsur yang kekal - jauh berbeda dengan unsur aradh manusia yang rusak (kafir).

Jika hardware manusia mempunyai spesifikasi yang tidak serupa, bagaimana dengan software nya? ya begitu juga ..tidak serupa. Seringkali saya amati ada 3 orang sahabat A, B, dan C sama datang pada seorang Kyai minta diberikan hikmah tertentu, maka sang Kyai akan memberikan aurad yang tidak serupa, karena sang Kyai melihat spesifikasi hardware ketiganya tidak sama.

Jangan sampai terjadi Pentium III di pasang Office2007, bukannya malah bagus justru malah hang. Itulah sebabnya katanya seringkali terjadi kasus seorang yang tidak waras, yang katanya sih ..gila gara-gara mengamalkan ilmu yang dianya tidak kuat. Begitulah software manusia pun tidak serupa.

Okey kalau memang ada software, harus ada juga Operating System nya dong.

Pasti ada ..

Justru ini yang paling penting, seringkali saya melihat ada seseorang yang sebetulnya hardwarenya spesifikasi unggul, tapi banyak yang tidak berfungsi karena tidak diaktifkan, atau tidak diinstall softwarenya. Dan yang lebih parah, banyak yang Operating Systemnya berantakan karena kemasukan illegal plugins dalam hal ini adalah maksiat-maksiat yang dilakukan, yang menyebabkan ketidakstabilan kinerja operating system tersebut. Akhirnya lemot, malah hang.

Jika terjadi kasus seperti ini jangan salahkan Allah Swt. " Semua keburukan itu dari Kamu ..'  begitu kata Allah, ya memang demikian, awal keluar dari pabrik semua hardware dan softtware (operating system dan program aplikasinya) bagus kok, salah sendiri kenapa diacak-acak dengan illegal plugins. Hehe... Terus gimana caranya biar bagus lagi?

Harus pergi ke seorang yang mengerti tentang CPU (aradh, samawaat) manusia. Biasanya ada yang disuruh mandi taubat, ada yang disuruh sholat tasbih, dsb. Masing-masing mursyid memiliki cara tersendiri dalam memFORMAT ulang hardisk clientnya yang sudah berantakan.

Yang mengenaskan begini, sering terjadi  ada seorang yang hardwarenya Pentium II tapi karena terawat baik, software nya terpasang, maka semua hardware nya berfungsi dengan optimal. Tiba-tiba datanglah seorang dengan spesifikasi Pentium IV tapi awut-awutan minta hikmah pada Pentium II tersebut.

Saya pernah melihat hal ini, di Serang ada seorang ahli hikmah kedatangan seorang anak muda yang awut-awutan dan minta dibukakan (diaktifkan hardware) nya, .. si ahli hikmah nggak mau, malah beliau bilang pada si anak muda awut-awutan itu, 'yang anda miliki lebih dari saya' .. :)

BRAINWARE

Nah brainware dibahas menyusul, karena ini akan mengarah pada pembicaraan yang melibatkan metafisik. Mungkin lebih baik kita lanjutkan dengan 'Trik merawat dan mengoptimasi hardware dan software Anda'

Harta Tahta Dan Wanita

GUBHUG REYOTT™ | HARTA, TAHTA DAN WANITA, Terkait dengan uang, seringkali  rasionalitas  tidak berjalan normal. Sekalipun cerdas, berpendidikan tinggi,  bahkan sudah menjadi pejabat sekalipun, pikirannya tidak dijadikan pertimbangan dari resiko untuk mendapatkan uang.

Kasus-kasus perebutan harta warisan, jabatan,  pekerjaan, upah,gengsi, termasuk melakukan korupsi  dan seterusnya  terjadi hanya untuk mendapatkan  bagian uang. Akhirnya, harga dirinya diposisikan lebih rendah dari uang.   Mungkin  sesekali  orang akan mengatakan bahwa harga diri  lebih penting dari uang. Akan tetapi dalam praktek kehidupan sehari-hari, uang ternyata lebih dikedepankan.

Ramainya perbincangan tentang  korupsi akhir-akhir ini sebenarnta hanyalah  terkait dengan uang, harta, atau kekayaan. Demi uang orang melakukan apa saja, sekalipun  beresiko  masuk penjara.mara bahaya bahkan penyakit ganas sedang mengintainya, Pelakunya juga bukan orang sembarangan.

Orang berpendidikan tinggi,orang ganteng,wanita cantik, sudah kaya raya, dan bahkan juga dikenal sebagai orang yang memahami agama, ternyata  masih dikalahkan oleh kecintaannya terhadap uang. Mereka korupsi, dan menjual diri, Bagi sementara orang, uang ternyata benar-benar lebih dipentingkan dari harga diri.

Islam  mengingatkan bahwa harta kekayaan itu penting. Akan tetapi harga diri jauh lebih penting dari sekedar uang. Tuhan memuliakan anak adam, maka artinya memuliakan harkat dan martabat manusia.

Baca yang di bawah ini,
Lela semakin malas melihat televisi dan membaca koran. Ia merasa berita yang dimuat semakin aneh. Apalagi tentang koruptor yang membagi-bagikan uangnya kepada teman-teman wanitanya. Benar atau tidak, yang jelas semua itu sudah membuat publik terpana. Sudah sekejam inikah dunia?
     Lela selalu ingat nasihat orang tuanya kepada kakak lelaki dan dirinya,”Ingatlah Nak, harta,tahta dan wanita adalah godaan terberat manusia di dunia. Sesukses apapun kalian, jangan sampai terpengaruh ya. Dan kalau menjadi istri jangan goda suamimu dengan permintaan yang di luar kemampuannya. Itu nanti bisa menjadi sumber malapetaka.”
     Sekarang Lela baru mengerti nasihat itu benar. Ia dulu hanya menganggap remeh nasihat mereka. Pikirnya, masa sih sampai segitunya. Hanya demi harta, tahta dan wanita seorang lelaki bisa berbuat nekad untuk mendapatkannya. Untuk mendapatkan keinginannya seorang wanitapun rela melakukan apa saja.

HARTA
 Harta memang sarana untuk mendapatkan apa saja. Membeli makan, baju, rumah, mobil dan keperluan lainnya tidak bisa diwujudkan tanpa uang. Demi uang, manusia rela menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja. Itu wajar karena bekerja keras untuk mendapatkan uang. Nah, yang menyusahkan orang lain adalah mereka yang inginnya punya uang banyak dan berfoya-foya setiap hari tapi tidak mau bekerja. Mereka rela melakukan apa saja untuk mendapatkan harta. Mereka bisa menipu, mencuri dan mengorbankan harga dirinya.
     Harta sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang mapan, jangan karena itu kita menghalalkan segala cara. Harta yang diperoleh dengan jalan yang halal akan membawa manusia kepada kehidupan yang damai, sebaliknya harta yang didapatkan dengan cara yang tidak benar, merugikan dan menyakiti orang lain akan membawa malapetaka pula. Harta adalah titipan Tuhan maka pergunakanlah sebaik-baiknya untuk dirimu dan orang lain yang membutuhkan.

TAHTA
     Tahta atau jabatan adalah salah satu yang diperebutkan manusia. Dengan jabatan yang tinggi manusia merasa lebih terhormat dari yang lain. Sama dengan harta, untuk meraihnya manusia bekerja keras. Sah-sah saja kalau caranya benar. Untuk mendapatkan sebuah jabatan tidak mudah. Persaingan yang sengit harus dimenangkan untuk mendapatkannya. Akhirnya banyak yang mencari jalan pintas melalui dukun dan cara-cara yang tidak benar.
     Orang serakah akan berpikir, dengan jabatan yang tinggi akan memudahkannya memperoleh segalanya. Dihormati banyak orang, proyek bernilai triliunan rupiah, mobil mewah, dan rumah megah akan mudah didapat. Jangan lupa, wanita cantik manapun akan takluk karenanya. Tapi jangan lupa pula, semua harus didapat dengan cara yang benar karena memperoleh jabatan dengan cara yang curang akan membawa kehancuran. Bila memperoleh jabatan yang tinggi sudah selayaknya gunakan jabatan itu untuk sebaik-baiknya kepentingan rakyat.

WANITA
     Setelah harta dan tahta dalam genggaman, target selanjutnya adalah wanita. Itu manusiawi, lelaki mana sih yang tidak tertarik oleh kecantikan wanita? Mereka berpikir, wanita mana saja akan mereka dapatkan dengan harta dan jabatan. Wanita yang gila harta dan jabatan pasti dengan senang hati memenuhi keinginan mereka dengan syarat tertentu, apalagi kalau bukan harta.
     Seorang istripun bisa membuat suaminya menjadi seorang koruptor. Permintaan-permintaan istri yang di luar batas kemampuan suami membuat suami harus memenuhi keinginannya karena ingin dinilai sebagai suami yang baik. Akhirnya ia bisa melakukan tindakan tidak benar. Apa hasilnya? Kesenangan materi dapat memanjakannya  tapi hanya sebentar. Kesedihanannya akan terkenang sepanjang masa. Siapa yang mau masuk penjara karena wanita? Pasti tidak ada yang mau! Masing-masing harus bisa mengendalikan diri.

     Harta, tahta,dan wanita adalah satu kesatuan yang sangat menggoda iman. Ketiganya dapat membahagiakan dan membutakan manusia. Semua tergantung pilihan kita. Berhati-hatilah karenanya. Dapatkanlah semua dengan cara yang benar dan bukan karena nafsu semata. Harta yang halal dapat mengantarkan kita menjadi manusia yang mulia. Jabatan yang didapat dan dijalankan dengan cara yang benarpun dapat menjadikan kita menjadi manusia yang terhormat dimata manusia dan Tuhan. Menjadi lelaki dan wanita yang baikpun dapat menempatkan derajat manusia di tahtanya yang tepat.
 
mastemplate
mastemplate
BOJONEGORO POST FOTO TERBARU
.
All Video Clip »

Video Clip

Ekonomi dan Bisnis